Kamis, 30 Agustus 2012

Aku belum mengerti

adalah istilah 'dewasa' yang sampai saat ini aku belum mengerti barometer dari tingkat kedewasaan itu. phisiclly,,tinggal hitungan jam saja aku udah kepala "2" tapi tingkah lakuku yang belom mapan ini, apa sudah dapat dikatakan dewasa?
aku masih sangat sensitif, otak kiri dan kanan ini belum bisa balance dalam melihat segala sesuatunya. iya benar, aku masih kekanak-kanakan, itu kelemahanku. tapi perlahan aku ingin merubahnya, merubah image yang melekat ini,,gpp sih, awet muda+ baby face,haha..
life road map yang selalu kususun dalam angan-angan itu selalu meleset,, harapannya sih diusiaku yang semakin bertambah banyak ini, semoga aku bisa berbenah diri, menjadi pribadi yag lebih baik. amin..
aku ingin selalu berada disamping orang- orang yang meyayangiku.. tuhan,aku sayang mereka semua, aku sayang keluargaku, teman-temanku T_T untuk urusan ini, aku selalu cengeng..
tuhan, berikan aku kado spesial itu, dihari spesial :)


Selasa, 05 Juni 2012

Tak lagi bosan

Dulu, 2 tahun yang lalu aku cukup merasa tidak nyaman dengan semua keadaan ini. aku seperti terasing di negeri orang, aku tak bisa menemukan "passion"ku.
Semua yang ada di sekelilingku tak ramah, hidu mereka ya hidup mereka. Aku tak bisa mengintervensi apapun sehingga "space" itu cukup menyiksa.
tapi tak lama berselang aku menemukan mereka, teman- teman "seatap" yang dapat dibilang luar biasa, yes!! i have awesome friends" teman2 yang bener2 care sama aku, aku merasa mempunyai keluarga baru di kota pahlawan ini, menghabiskan 24 jam bersama mereka itu sangat menyenangkan, seringkali obrolan2 ringan menjadi hal yang menghangatkan dan mengusir segala kebosanan setelah aktivitas seharian di kampus..
Tapi, ceritanya menjadi berbeda karena ada "something wrong" *mungkin.)
Kita terpisah, aku sendiri tidak bisa menjelaskan kenapa hal ini bisa terjadi. kita semakin renggang secara lahiriah, meskipun secara batin, semoga masih tersimpan soliditas seperti dulu kala :)
jujur, aku jengah dengan semua keadaan yang serba menyulitkanku ini. Aku tak lagi mendengar nasehat- nasehat dari mereka. Aku rindu tawa mereka, rindu canda mereka, rindu semua tentang kisah "seatap" itu. Seperti ada chemistry yang tak tergantikan dalam rytme yang indah itu :'(
Tuhan, sampaikan salam rinduku untuk sahabat2ku disana. jagalah mereka semua!!

Sekarang aku belajar "berdikari" hahaha,,seperti doktrinnya Soekarno saja ya,,
aku masih punya teman2 yang hebat, teman2 seperjuangan dalam mendapatkan toga dan gelar sarjana.
mereka adalah sahabat2 yang kubilang cukup hebat, karena bisa mengembalikan senyumku yang sempat terhapus. Mereka membuat aku merasa tak lagi bosan, karena menghabiskan waktu bersama mereka, aku juga merasakan "comfort" aku bisa tertawa lepas, aku tak lagi bosan dengan setumpuk tugas kuliah, aku tak lagi bosan dengan segudang tuntutan2 itu. yeah, aku harus bisa menjadi lebih kuat!!
Thanks for being my friend :) i love you all <3



Selasa, 29 Mei 2012

Wanita itu berharga, wanita adalah pejuang

          Ini sekedar persepsi subjektif, yang mungkin juga akan mewakili beberapa argumen dari sekelompok mereka, wanita Indonesia. Berbicara tentang wanita, pastilah yang terbesit hanya sekilas keluguan, tanggung jawab kepada sosok pria, keanggunan, ketrampilan dalam urusan "manajerial" untuk beberapa hal penting, seperti keuangan, rumah tangga, urusan dapur dan berbagai hal terkait kodrat "wanita".
Mungkin saya belum cukup matang untuk mengeksplor hal tersebut, karena saya terlalu dini untuk hal itu, tapi saya hanya ingin mengapresiasikan kekaguman dan harapan saya untuk wanita- wanita Indonesia. :)
Wanita adalah sosok hebat, wanita adalah sosok yang sangat berharga, dan ketika ditanya siapa sosok yang kamu idolakan, maka ibu saya pasti akan masuk dalam daftar idola saya.
          Mengapa saya katakan wanita adalah sosok yang sangat berharga? ya, tentu saja. Dari rahim wanita akan terlahir seorang pemimpin kelak, dari rahim wanita akan terlahir tokoh- tokoh perubahan dimsa mendatang. Dapat dikatakan, wanita adalah tiang suatu negara. Wanita sangat menentukan kepribadian bangsa, karena dari wanitalah, seharusnya pendidikan moral harus diajarkan sejak usia dini. Wanita menjadi background dari karakter seorang anak yang nantinya akan berkelekar dalam ruwetnya dan kerasnya kehidupan.
Saya rasa, arahan- arahan positif bagi para wanita indonesia akan sangat berharga kedepannya. Tapi yang disayangkan adalah rendahnya kesadaran wanita untuk menjadi figur yang benar- benar berjiwa ibu. Wanita yang baik adalah tauladan, yang bisa dengan sukses mendidik buah hatinya menjadi apa yang dikatakan anak "bermoral". Jika wanita memiliki kesadaran yang rendah akan hal ini, mau dibawa kemana masa depan anaknya kelak?

           Yang selanjutnya menjadi hambatan adalah, rendahnya tingkat pendidikan wanita Indonesia. Terlalu banyak stereotip yang muncul, bahwa pendidikan bagi para wanita tidak terlalu krusial. Inilah anggapan yang perlu diluruskan. pendidikan bagi wanita itu sangatlah penting, wanita bukanlah miniatur dari seorang pria, begitu kalau menurut kacamata pribadi saya. Saya sendiri sangat apreciate terhadap para wanita yang berhasil menjadi seorang pemimpin, para wanita yang berprestasi, para wanita yang berhasil membawa berbagai perubahan positif dunia, dan para wanita yang berhasil menciptakan berbagai mahakarya yang melegenda. Pendidikan bagi wanita itu dapat diasumsikan sebagai suatu stimulus, bahkan sendi- sendi yang memperkuat suatu sistem. Wanita berpendidikan diharapkan dapat menjadi sosok "ibu" yang dapat memberikan sejuta manfaat positif bagi para anaknya.
Hambatan ketiga, adalah budaya dalam masyarakat. Disini terjadi semacam dualisme, antara yang rasional dan yang menjadi kepercayaa. Seringkali kepercayaan tidak dapat dijelaskan dengan rasio. Masyarakat tradisional masih sangat kental dengan budaya dan kepercayaan, ini tidak salah tapi yang perlu dicermati adalah pemberian status bagi para wanita menurut kacamata mereka para kaum tradisional. Wanita secara lahiriah dipandang sebagai seorang pelayan, wanita cukup berdiam diri di rumah menyelesaikan urusan dapur. Tapi hal ini secara berangsur- angsur sudah mulai memudar, hanya saja masih ada yang dengan getol mempercayai kepercayaan secara irasional, seperti wanita tidak boleh ini, wanita tidak boleh itu, wanita harus ini, wanita harus itu. ya, saya hanya bisa menggelengkan kepala dan tersenyum mengamati hal ini.

        Perubahan yang signifikan, terjadi setelah lahirnya suatu revolusi yang dibawa oleh tokoh wanita fenomenal yaitu R.A Kartini, lewat bukunya "habis gelap terbitlah terang".
Beliau membawa perubahan besar bagi dunia wanita indonesia, yaitu "EMANSIPASI WANITA" dimana posisi wanita bisa lebih dihargai, wanita tak lagi sebagai babu layaknya persepsi sebelumnya. masalah gender juga sedikit mereda, meskipun perlu perjuangan yang sungguh luar biasa bagi para pejuang wanita.
tapi disini yang dipermasalahkan adalah bagaimana menjaga moralitas wanita Indonesia, agar kelak terlahir manusia yang juga bermoral, karena Indonesia saat ini sedang mengalami degradasi moral yang cukup parah.
yang terpenting adalah kesadaran dari diri sendiri dan upaya- upaya dari pihak terkait dalam melembagakan "social marketing" ini. Upaya- uapaya dari berbagai kelompok kepentingan (interest group) juga menjadi pilar dalam uapaya revitalisasi pendidikan moral ini.

Tulisan ini saya dedikasikan untuk wanita Indonesia, dan sebagai rasa bangga terhadap sosok "ibu" teladan.